411. “Dengan diamnya antah-karana lewat samãdhi[1], nikmatilah keagungan tanpa batas dari Sang Diri-jati. Dengan penuh semangat hancurkanlah belenggu bau harum-busuk dari kelahiran dan kematian; jadilah ia yang telah mencapai tujuan-akhir dari kelahiran berjasad manusia ini!

412. “Bebas dari semua identifikasi- diri keliru itu, sadarilah Diri-jati sebagai perwujudan dari Eksistensi Sejati – Kesadaran Murni – Kebahagiaan Abadi yang tiada tara, yang tak tunduk pada lingkaran-setan kelahiran dan kematian!”

Monday, April 06, 2009

Semeton Pasek Gelgel Sawangan "Bapak Made Rodin" istirahat panjang

Telah beristirahat panjang semeton Pasek Gelgel Sawangan yang bernama "I Made Rodin" pada hari Senen Wage wuku Medangsia tanggal 6 April 2009 pagi-pagi....
Hari yang sangat cerah di suasana Karya Panca Bali Krama di tahun 2009 ini beliau berpulang tanpa meninggalkan sesal apapun...
Berbicara tentang tugas dan tanggungjawabnya, beliau telah selesai membesarkan anak sehingga berbuah cucu yang lucu-lucu....
Oleh karena masih dalam suasana Upacara Agung Panca Bali Krama, maka kepergian beliau tidak serta merta dilanjutkan dengan Upacara Atiwa-tiwa...
Penguburannya langsung dilangsungkan saat itu pula (tanggal 6 April), tanpa upacara Atiwa-tiwa...

Semoga amal dan bhaktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, memberikan beliau tempat dan dapat menjadi tabungan kebajikan untuk Amoring Acintya....

Namaste..

Monday, March 23, 2009

RENUNGAN NYEPI

Dikau bukanlah bumi, bukan juga dikau ini Agni, bukan juga Akasa (angkasa), bukan juga Tirta (air), dan bukan juga Bayu (udara, angin). Untuk mencapai kebebasan kenalilah Sang Jati Diri sebagai "saksi dari semua ini"......yang merupakan manifestasi dari Kesadaran Yang Murni dan Hakiki itu sendiri

Thursday, March 19, 2009

Buah Hati Semeton Pasek Gelgel telah Berpulang

Menjelang perayaan piodalan di Pura Pengastulan telah lahir seorang bayi yang akhirnya harus kembali secepatnya ke pangkuan Ida Hyang Widhi Wasa....

Anak ketiga dari I Nyoman Dorin dengan Ni Wayan Nik Suwitri ini, tidak meninggalkan dosa apapun di dunia ini pada tanggal 5 Maret 2009..
Pakeludan dilakukan pada tanggal 11 Maret 2009 tepatnya setelah ngambil cuntaka 7 hari (bertentangan dengan Perarem yang dibuat bersama warga Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan)
Dalam peristiwa ini Prajuru beserta semua penglingsir dan Pemangku Pura IBu Pasek Gelgel Sawangan tidak mengambil kecuntakan sesuai perarem yang telah disepakati....

Yaaaah... apalah boleh dikata....
mungkin karna mereka memang sudah pintar dan melebihi kekuasaan-Nya..
sehingga Dresta dan perarem warga tidak perlu lagi....

Om Awighnamastu...
Om Tat Sat..
Namaste,

Saturday, December 20, 2008

NI SEPID (MEN SEPRIN) ISTIRAHAT PANJANG

Pada hari Jumat, 19 Desember 2008, Ni Sepid (Men Seprin) berpulang dengan tenang membawa karma wesananya.
Upacara atiwa-tiwa akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ibu, Senen, 22 Desember 2008, sebagai perwujudan bhakti anak kepada orang tua....
Semoga karma yang telah beliau perbuat membawanya ke pangkuan Hyang Widhi Wasa..
Namaste,

Wednesday, October 29, 2008

SEPUPU IBU I MADE JEDOG ISTIRAHAT PANJANG

Pada hari yang cerah, langit jernih bak memberikan khabar kepada kita semua bahwa keluarga kita telah selesai menjalankan dharma bhaktinya di Mayapada ini. Adalah saudara sepupu ibu saya I Made Jedog telah menutup mata dan menebar senyum ucapkan selamat tinggal kepada kita yang beliau amanatkan untuk melanjutkan dharma bhakti di Mayapada ini. Hari yang baik di Saniscara Beteng/Pekenan Umanis 25 Oktober 2008 adalah harinya beliau untuk menuju nirwana untuk menghadap bersama karma wesananya.
Untuk upacara atma wedananya akan dilaksanakan oleh prthisentananya pada hari Jumat Beteng/Pekenan Pahing 31 Oktober 2008.
Upacara Atiwa-tiwa ini akan dirangkaikan dengan upacara Penyekahan pada tanggal 6 November 2008. Acara ini disebut Ngelanus (Tumandang Mantri) yaitu proses Atma Wedana dari proses Atiwa-tiwa langsung pada proses Penyekahan. Tingkat penyekahan yang akan diambil adalah Nyekah Nyatur.
Semoga setiap amal beliau mendapat anugrah dan setiap kesalahan mendapat pengampunan dari Hyang Widhi Wasa.

Om Surgantu... Sunyantu.. Moksantu...

Ni Cobek Warga Pasek Gelgel Sawangan Berpulang

Adalah kodrat bagi setiap kehidupan normal pasti akan mengalami hukum TRI KONA...
Di hari yang baik seorang warga Pasek Gelgel Sawangan telah berpulang dengan tenang, tanpa meninggalkan beban sedikitpun. Dia adalah Ni Cobek, keluarga besar Pan Koran, berpulang pada hari Jumat, 17 Oktober 2008. Mengenai acara atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Senen, Kajeng Umanis tanggal 20 Oktober 2008.

Monday, August 25, 2008

Ni Putu Junita Laguna Dharma Putri anak I Wayan Lacung telah pulang

Satu lagi warga Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan telah menutup harapannya tumbuh menjadi dewasa.
Menjelang perayaan Pujawali Ida Bhetara Susunan di Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan, yang jatuh pada hari Selasa Umanis wuku Kuningan (satu hari setelah Pemacekan Agung) tanggal 26 Agustus 2008.
Anak dari I Wayan Lacung dengan Ni Wayan Gunarsi, atmanya telah pergi dari sang raga pada hari Sabtu/ Saniscara Pon tanggal 23 Agustus 2008 dan dikubur pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2008 dengan upacara Ngelungah atas penugrahan Ida Pedanda Oka Griya Timbul.
Belum beranjak dewasa ia telah pergi menuju alamnya....
Belum sempat menikmati arti kebenaran dan kesalahan...
Belum pernah menikmati keindahan dan keburukan...
Ia telah pulang lebih dahulu...
semoga ia tidak lagi menerima punarbhawa....
semoga ia Amoring Acintya....
Namaste,


"Om Samaniwah akusih samaniwah dayaniwah, samanamas to va mano Jatihva susaha sati."

OM Hyang widhi, satukanlah kami dalam pemikiran, dalam pendapat, dalam
perkataan, serta pelaksanaan yang berdasarkan mufakat, seperti halnya para Deva
yang bersatu padu dalam membangun sorga kehidupan.