411. “Dengan diamnya antah-karana lewat samãdhi[1], nikmatilah keagungan tanpa batas dari Sang Diri-jati. Dengan penuh semangat hancurkanlah belenggu bau harum-busuk dari kelahiran dan kematian; jadilah ia yang telah mencapai tujuan-akhir dari kelahiran berjasad manusia ini!

412. “Bebas dari semua identifikasi- diri keliru itu, sadarilah Diri-jati sebagai perwujudan dari Eksistensi Sejati – Kesadaran Murni – Kebahagiaan Abadi yang tiada tara, yang tak tunduk pada lingkaran-setan kelahiran dan kematian!”

Thursday, December 01, 2011

Ni Resin (Men Rasmin) menutup usia

Sadeg Ida Bhetara Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan yang mapepasih Men Rasmin dengan tenang menghembuskan napas terakhirnya pada hari selasa Sinta Wage tanggal 22 Nopember 2011. Tepat sehari sebelum perayaan Hari Pagerwesi beliau berpulang menuju alamnya dengan senyum manisnya. Upacara atiwa-tiwa beliau dilangsungkan pada hari Minggu Wage Landep tanggal 27 Nopember 2011...
Demikianlah upacara yang dipersembahkan oleh para prthisentananya, semoga amal bhaktinya menjadikan tabungan kebajikan untuk senantiasa dapat menyatu dengan-Nya...

Amoring Acintya....

Astungkara....

Thursday, October 20, 2011

Ngiring NYEKAH ring Sanur

Rangkaian Upacara Nyekah ring Griya Puseh Sanur, yang diikuti oleh para Sisyan Ida Pedanda Istri ring Griya Gede Puseh Sanur. Untuk pengiring dari Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan yang diikuti pula oleh Pura Dadia Pasek Sumerta Sawangan, Pura Dadia Arya Medura Sawangan mengawali upacara dengan Upacara Nuntun di Pantai Geger.
Upacara Nuntun dilakukan pada hari Minggu tanggal 30 Agustus 2009 kira-kira pukul 11.00 Wita. Selain dari Sawangan ada juga yang melakukan penuntunan dari Banjar Peminge yang ikut ngiring di Griya Gede Puseh Sanur yaitu warga Pura Ibu Pasek Sumerta Peminge, Istrinya Pak Rampun. Pengiring dari Banjar Peminge yaitu Keluarga Mangku Kengsi, I Wayan Ramat, I Sanggra (Keluarga I Wayan Tara).
Setelah dilakukannya upacara nuntun di Pantai Geger, lalu dilanjutkan dengan upacara nganggetin di Depan Griya Ngenjung Sanur. Upacara nganggetin dimulai kira-kira pukul 14.00 wita pada hari yang sama.
Pada hari Selasa tanggal 1 September 2009, untuk keluarga I Wayan Ronci dan I Made Ugi melakukan dresta, mabina krama dengan ngundang makan bersama seluruh ijasan dan beberapa orang yang punya hubungan kekerabatan dengan Ni Molog dan Ni Rabig yang diupacarai ngiring Nyekah di Griya Gede Puseh Sanur.

Wednesday, August 03, 2011

SIWA PURANA



Siwa Purana.IX (Siwaratri), " anak-anakku( Para dewa) aku berkenan atas Puja yg kalian lakukan pada hari yang suci ini, mulai sekarang hari yang bersejarah ini akan diperingati sebagai hari " SIVARATRI" yaitu hari yang paling suci diantara hari suci untuk memujaku".
-IX.11. orang yg melakukan Puja pada siwaLingga,dan patungKU pada hari ini,akan berhak untuk melakukan tuga mencipta,memelihara,dan sebagainya dalam alam semesta ini.
-IX.12. Ia harus melakukan puasa siang,dan malam pada hari "Siwaratri" ini. Ia harus benar-benar mampu mengendalikan semua organ inderanya pada hari ini, sesuai dengan kemampuannya maka ia hendaknya membuat persembahan,dan ia tak boleh menipu siapapun.
-IX.13. Dengan melakukan puasa"Siwaratri" maka orang itu akan mendapatkan pahala yang sama dengan mereka yang melakukan puja secara terus menerus selama satu tahun secara terus menerus.
-IX.14. Saat inilah rasa bhakti seseorang akan meningkat berlipat lipat bagai gelombang pasang pada saat bulan hendak bersinar penuh. segala bentuk pelayanan spiritual pada hari ini akan memberikan pahala yang berlipat lipat.
-IX.17. Pada hari yang berharga itu, hanya dengan melihat patung/arca dan Lingga saja akan membawa pengaruh yang amat besar, apalagi jika ia melakukan "Puja" dengan penuh ketulusan maka pahala yang didapatkannya sungguh tidak terlukiskan.

Wednesday, July 27, 2011

PAN KORAN (I Ketut Koser) telah berpulang....

Diiringi hujan I Ketut Koser tersenyum melepas swadharmanya menuju nirwana pada hari Selasa Kliwon (Anggara kasih Medangsia) tanggal 26 Juli 2011. Dengan tenang beliau telah pergi bertepatan dengan pujawali di Pura Luhur Uluwatu, sehingga rencana Ida Bhetara Unen tangkil ke Pura Luhur uluwatu batal, yang sedianya pada hari Rabu Umanis, tanggal 27 Juli 2011.
Rencana upacara atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Selasa Pahing, awal-awal sasih karo, tanggal masehi 2 Agustus 2011. Beliau termasuk keluarga Jero Manku Pan Sura yang telah digantikan oleh Jero Mangku I Wayan Gentil. Beliau juga termasuk tokoh di Pura Dadya Agung Pasek Gelgel Sawangan dan di Banjar Sawangan. Bisa disebut tokoh, karena beliau pernah menjabat sebagai pengurus di Banjar maupun di Pura Dadya.
Semoga apa yang telah beliau dharmakan menjadi tabungan kebajikan untuk menuju-Nya.. Amoring Acintya....

Astungkara,

AUM, AUM, AUM

Namaste,

Monday, June 13, 2011

I DATENG telah berpulang

I Dateng putra I Rugeng adalah pratisentana Kaki Pangedangan telah berpulang dengan tenang pada usianya yang ke 115 tahun.
Beliau menutup usianya pada hari Kamis Pon tanggal 9 Juni 2011. Upacara Atiwa-tiwa akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 18 Juni 2011.

Tuesday, February 15, 2011

PAN RODEN TELAH BERPULANG

Pada hari minggu tanggal 13 Februari 2011, satu lagi warga Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan kembali ke asalnya. Beliau adalah ayah dari I Wayan Roden. Upacara atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 18 Februari 2011.


"Om Samaniwah akusih samaniwah dayaniwah, samanamas to va mano Jatihva susaha sati."

OM Hyang widhi, satukanlah kami dalam pemikiran, dalam pendapat, dalam
perkataan, serta pelaksanaan yang berdasarkan mufakat, seperti halnya para Deva
yang bersatu padu dalam membangun sorga kehidupan.