411. “Dengan diamnya antah-karana lewat samãdhi[1], nikmatilah keagungan tanpa batas dari Sang Diri-jati. Dengan penuh semangat hancurkanlah belenggu bau harum-busuk dari kelahiran dan kematian; jadilah ia yang telah mencapai tujuan-akhir dari kelahiran berjasad manusia ini!

412. “Bebas dari semua identifikasi- diri keliru itu, sadarilah Diri-jati sebagai perwujudan dari Eksistensi Sejati – Kesadaran Murni – Kebahagiaan Abadi yang tiada tara, yang tak tunduk pada lingkaran-setan kelahiran dan kematian!”

Monday, March 24, 2008

SUDHI WADANI

1. Latar belakang Sudhi Wadani Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu ( UUD45 pasal 29 – 2 ) Setiap warga Negara RI dijamin kebebasannya untukmemeluk agama yang dianutnya Walaupun sudah jelas tertulis dalam perundang undangan seperti tersebut diatas, namun sering sekali kendala yang muncul terhadap umat Hindu, didalam melangsungkan pernikahan khususnya bagi umatnya yang berbeda agama, mengingat dalam legalitasnya secara tertulis dirasakanmasih sangat lemahOleh karena itulah Majelis tertinggi agama Hindu mencarikan upaya,agar perkawinan bagi umatnya yang berbeda agama tidak timbul suatupermasalahan dikemudian hari, minimal bisa mengurangi berier dalamwiwaha yang sering munculTujuan utamanya adalah : Agar perkawinan dari pasangan yang berbeda agama, dapat diakui keesahannya secara hukum Hindu, maupun Undang Undang perkawinan No 1Thn 1974. Dengan mengambil Prakarsa "SUDHI WADANI".Artinya bagi umat yang tadinya bukan pemeluk agama Hindu, kemudian disahkan menjadi pemeluk agama Hindu. Bukan saja karena perkawinan, tetapi juga setiap orang yang sebelumnya tidak beragama Hindu namunmereka mau datang dengan penuh kesadaranya sendiri, tanpa ada unsur pemaksaan dari fihak lain, maupun iming iming yang berlebihan.
Dengan pernyataanya tersebut, yang diwujudkan dengan Sudhi Wadani status mereka tidak bisa diragukan lagi. (mohon diperhatikan paragraf ini, jadi anda yang sudah Hindu sejak lahir Sudhi Wadani tidak perlulagi ). Lihat Upacara Melepas Aon ( hari Ke 12 ) bagi sang bayi, padahari itulah dilaksanakan pembaptisan pertama bagi umat Hindu, yang disertai dengan pemberian Nama & pemasangan Benang Tridatu. (perlambang "Brahma, Wisnu , Iswara" )
2. Pengertian tentang Sudhi Wadani
Secara Etimologi Sudhi Wadani terdiri dari kata : Sudhi dan Wadani.SUDHI,…. Sudha,…berarti bersih, cerah, suci tanpa cacat / cela (mohon didengarkan pada saat Para Pemangku ngemargiang pebersihan /pemerayascita Doa yang biasanya dipakai adalah :
OM Pertama sudha,Dwitya Sudha, Trita Sudha, caturti Sudha, Pamcami Sudha, SaddamiSudha, Sudhami Sapta,…sudha sudha Variwastu Yonamo namah svaha )WADANI = Secara gramatical berarti Perkataan / Wadana = muka, mulut,prilakuSeperti apa yang disurat dalam Nitisatra V.3 berikut ini:
Wasita nimitanta manemu laksmi
Wasita nimitanta manemu duhka
Wasita nimitanta pati kapangguh
Wasita nimitanta manemu mitra
Karena perkataanlah orang itu disebut satya wecana, memperoleh rasa bahagia, memperoleh kesusahan, menemui ajal, dan juga karena perkataan pula engkau bisa memperoleh sahabat
Jadi secara keseluruhan SUDHI WADANI berarti : Adalah suatu upacarayang dilaksanakan oleh Umat Hindu, sebagai pengukuhan atau pengesahan ucapan atau janji seseorang, yang telah datang dengan cara tulus ikhlas, hati suci, dengan tanpa adanya unsur paksaan, telah menyatakan diri untuk memeluk agama Hindu yang disaksikan oleh :
a. Dewa Saksi
b. Manusa Saksi
c. Bhuta aksi-------- --------- Tiga saksi

3. Sarana dan Prasarana Sudhi WadaniSetiap upacara yang dilaksanakan oleh Umat Hindu selalu ditunjangdengan sarana yang disebut dengan upakara yang umumnya dalam bentukmateri yang sudah lazim digunakan adalah sebagai berikut :"Pattram puspham phalam toyam yo me bhakta prayachchati tad aham bahtyupahritam asnami prayatatmanah" Yang standard sesuai dengan sastra adalah seperti itu, sangat diusahakan supaya dilengkapi denganBija / wijaKarena Wija berarti perlambang dari Putra Bhatara Siwa. Padahakekatnya yang disimbulkan dalam Wija itu adalah merupakan kumara,benih keSiwaan diharapkan akan jadi tumbuh subur dari sang SudhiWadani setelah secara jasmani maupun rochani mereka dibersihkan.Pelaksanaan pembersihan akan lebih mantap lagi kalau dilengkapi denganbanten Beyakaon dan Perayascita Selain sesajan yang diperlukan dalam upakara ini, perlu kiranya diperhatikan hal hal sebagai berikut yang merupakan persyaratan Administrasi. Kandidat Sudhi Wadani, membuat surat pernyataan yang tulus ikhlasuntuk menganut agama Hindu ( bermeterai)b. Membuat surat permohonan yang ditujukan kepada Ketua Parisada setempatc. Pasphoto 3 X 4 sebanyak dua lembard. Adanya saksi, saksi, seperti yang ditulis diatas Dalam Sudhi Wadani tidak ada pembatasan umur bagi para calon sudhi Wadani4. Pelaksanaan Sudhi Wadani Setelah menjalankan upacara pembersihan bagi sang calon Sudhi Wadani, lengkapi dengan pemasngan Cirahwista kalau ada, maka kini mulailah sang calon Sudhi wadani untuk menirukan Aksara Suci dengan dupasebagai Upasaksi, & Dupa sebagai penerang, mohon ybs diberikan Tuntunan dalam merapalkan aksara Suci yaitu : ( Dasa Aksara ) OM, SA,BA, TA, A, I, NA, MA, CI, WA, YA, AM, UM, MA, OM
Upacara besar, maupun kecil hal ini adalah mutlak harus diucapkan bagi ybsSetelah peminpin upacara selesai menghaturkan upakara, peminpinupakara membacakan pernyataan yang sudah ditulis oleh yang melakukan sudhi wadani, yang ditirukan oleh calon sudhi wadani sebagai berikut :
a. Om Tat sat ekam eva advityam Brahman. ( Sang Hyang Widi Wasa hanyasatu tak ada duanya )
b. Satyam eva jayate Hanya kebenaran yang Jaya.
Dengan melaksanakan ajaran Agama Hindu, kebahagiaan pasti akan tercapaiKemudian bila hal diatas sudah selesai, yang diSudhikan harus mengucapkan janji sebagai berikut. Bahwa saya akan tunduk dan taat kepada hukum Hindub. Bahwa saya akan tetap berusaha dengan sekuat tenaga, dan pikiranserta bathin untuk dapat memenuhi kewajiban saya sebagai umat HinduSetelah hal ini selesai diucapkan maka diakhiri dengan penandatanganansurat keterangan Sudhi Wadani, baik oleh ybs maupun para saksi-saksi Diakhiri dengan sembahyang bersama oleh ybs yang diapit oleh parahadirin yang ada dalam upacara tersebut, serta tidak lupa sima-kramaramah tamah ciri khas Agama Hindu

PURA DASAR BHUWANA GELGEL KLUNGKUNG

PURA Dasar Bhuana dibangun Mpu Dwijaksara dari Kerajaan Wilwatikta(Kerajaan Majapahit) pada tahun Caka 1189 atau tahun 1267 Masehi. Puraini merupakan salah satu Dang Kahyangan Jagat di Bali. Pada masaKerajaan Majapahit, Pura Dang Kahyangan dibangun untuk menghormatijasa-jasa pandita (guru suci). Pura Dang Khayangan dikelompokkanberdasarkan sejarah. Di mana, pura yang notabene tempat pemujaan dimasa kerajaan di Bali, dimasukkan ke dalam kelompok Pura DangKahyangan Jagat. Keberadaan Pura Dang Kahyangan tidak bisa dilepaskandari ajaran Rsi Rena dalam agama Hindu.Pura atau Ashram dibangun pada tempat di mana Maharsi melakukan yogasemadi. Itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Maharsi.Seperti Pura Silayukti di Karangasem. Silayukti diyakini sebagaitempat moksanya Mpu Kuturan. Demikian pula dengan Pura Dasar BhuanaGelgel yang dibangun sebagai penghormatan terhadap Empu Ghana. Di purainilah Mpu Ghana yang notabene seorang Brahmana yang memiliki peranpenting perkembangan agama Hindu di Bali, beryoga semadi (berparahyangan) .''Sebagaimana namanya, Pura Dasar Bhuana merupakan dasar jagatnyaBali. Kalau pura luhur, jumlahnya banyak. Pura Dasar Bhuanasatu-satunya pura dasar di Bali,'' ungkap Sekretaris Pengeling PuraDasar Bhuana Gelgel A.A. Gde Anom Wijaya. Selain sebagai DangKahyangan, pura yang berjarak sekitar 3 kilometer dari KotaSemarapura, Klungkung itu juga merupakan pusat panyungsungan caturwarga yang berasal dari soroh/klan di antaranya soroh/klan SatriaDalem, Pasek (Maha Gotra Sanak Sapta Rsi), soroh Pande (MahasamayaWarga Pande) dan klan Brahmana Siwa. Semuanya merupakan pengabih IdaBatara di Pura Dasar Bhuana Gelgel.Masing-masing warga memiliki panyungsungan, seperti Meru Tumpang Solas-- panyungsungan Para Arya dan Satria Dalem. Meru Tumpang Tiga --panyungsungan Keturunan Mpu Geni yang menurunkan trah Pasek. MeruTumpang Tiga sebagai penyungsungan warga Pande. Padma Tiga yang beradadi antara Meru Tumpang Solas dan Meru Tumpang Sia (sembilna),panyungsungan warga Brahmana. Dengan banyaknya soroh/klan yang ada didalamnya, diyakini Pura Dasar Bhuana merupakan pemersatu jagat dengankonsep bersatunya semua klan yang ada di Bali dengan konsep ''kaulagusti menunggal''. ''Konsep itu sangat terasa begitu masuk ke puraitu,'' tandas Agung Gde Anom Wijaya. Pegawai di Dinas Kebudayaan danPariwisata (Disbudpar) Klungkung itu menyebutkan, ketika manusiaberada di hadapan-Nya, tidak ada lagi istilah perbedaan trah. Pande,Pasek atau Satria Dalem, semuanya sama.Pura yang dibangun di atas areal cukup luas itu, juga menjadipanyungsungan Subak Gde Suwecapura. Di antaranya Subak Pegatepan,Kacang Dawa, Toya Ehe dan Toya Cawu. Panyungsungan dilakukan saatKarya Pedudusan Agung lan Pawintenan yang bertepatan dengan PurnamaKapat. Agung Anom Wijaya juga menambahkan, Pura Dasar Bhuana sempatdijadikan objek penelitian oleh peneliti asal Belanda. Di mana,hasilnya diyakini bahwa situs Pura Dasar Bhuana Gelgel hampir miripdengan situs bekas Kerajaan Majapahit. ''Katanya Gelung Kori Agungmirip dengan Gelung Kori Kerajaan Majapahit,'' sebutnya.Pura Dasar Bhuana terletak di Desa Gelgel, Klungkung. Dari Denpasar,berjarak sekitar 42 kilometer. Pura ini berdiri di atas lahan yangcukup luas. Berdiri megah dan tampak asri di pinggir jalan utama Gelgel-Jumpai. Sebagimana umumnya Pura-pura di Bali, Pura Dasar Bhuanamemiliki tiga mandala -- Nista Mandala, Madya Mandala dan UtamaMandala. Di bagian Nista Mandala terlihat keangkeran pohon beringinbesar yang tumbuh sejak berabad-abad lamanya.Masuk ke Madya Mandala, pamedek bisa melihat bangunan-bangunan berupaPelinggih Bale Agung. Pelinggih ini tampak unik karena panjangnyamencapai 12 meter. Bersebelahan dengan Bale Pesanekan dan pelinggihtempat berstanakan seluruh petapakan dan pratima Pura-pura yang ada diDesa Pakraman Gelgel. Pratima maupun petapakan itu tedun dandistanakan saat berlangsung Karya Agung Pedudusan (Ngusaba) yangdilaksanakan bertepatan dengan Purnama Kapat.Sementara di Utama Mandala terdapat belasan pelinggih di antaranyaMeru Tumpang Solas, Meru Tumpang Telu, Padma Tiga dan banyak lagipelinggih lainnya. Dalam setahun, ada dua wali/karya digelar yakniwali bertepatan dengan Pamacekan Agung, serta wali/karya Padudusanyang jatuh pada Purnama Kapat.Pura Dasar Bhuana di-empon Desa Pakraman Gelgel yang terdiri atas 28banjar dan tiga desa dinas -- Desa Gelgel, Desa Kamasan dan DesaTojan. Keberadaannya berkaitan erat dengan keberadaan KeratonSuwecapura tempo dulu yang juga berada di Gelgel. Namun, jika melihattahun berdirinya, pura ini sudah ada jauh sebelum Gelgel diperintahraja pertama, Dalem Ketut Ngulesir (1380-1400). Pura yang merupakanwarisan maha-agung ini didirikan pada tahun Saka 1189 atau tahun 1267Masehi.Sebagaimana sejarahnya, Pura Dasar Bhuana erat kaitannya dengan MpuGhana yang hidup pada akhir abad IX Masehi. Pura Dasar Bhuana dibangunMpu Dwijaksara dari Kerajaan Wilwatika sebagai bentuk penghormatanterhadap Mpu Ghana. Empu Ghana merupakan seorang brahmana dengan peransangat besar terhadap perkembangan agama Hindu di Bali.Empu Ghana adalah orang suci yang berasal dari Jawa. Tiba di Bali padamasa pemerintahan (suami-istri) Udayana Warmadewa dan GunaprayaGharmapatni yang berkuasa dan memerintah Bali pada tahun Caka 910 sampai tahun Saka 933 (tahun 988-1011 Masehi). Empu Ghana merupakanbrahmana penganut paham Ghanapatya. Seumur hidup menjalankan ajaranSukla Brahmacari yakni tidak menjalani masa Grahasta (tidak menikah).Kaitannya setelah berdirinya Kerajaan Suwecapura, pura ini dipakaisebagai merajan keluarga raja saat itu. Letak pura ini persis beradadi timur laut Keraton Suwecapura. Pada zaman itu, Keraton Suwecapuraberdiri di Banjar Jero Agung, Gelgel.''Letak pura ini berada di hulu Keraton Suwecapura. Dulunya,disungsung keluarga Raja Gelgel,'' tutur Agung Anom Wijaya. Pura inimemang erat kaitannya dengan keberadaan Kerajaan Suwecapura. Sejumlahsitus peninggalan Kerajaan Suwecapura masih tetap dilestarikan di puraini sampai sekarang.

Saturday, March 08, 2008

ketika nilai luhur budaya telah pudar......
ketika akal manusia terkontaminasi...
ketika hayalan telah sirna.....
maka bumi terasa hampa dari nilai-nilai luhur budaya bangsa......
anak tidak lagi ingat pada orang tua...
saudara telah melupakan adik kakaknya....
yang kaya menjadi raja segala raja.....
yang miskin menjadi pelabuhan kemarahan dan emosi....
sopan dan santun seolah bukan kewajiban bagi mereka yang berlencana kebijaksanaan...
pertanda apakah ini.......
inikah yang disebut yuganya kali ?....
ataukah karena proses evolusi tabiat..... bagi semua mahluk ciptaan-Nya....
Selamatkanlah kami ya Tuhan......
Selamatkan kami dari keriuhan dan kegelapan ini....
nyalakanlah lentera-Mu, hingga kami temukan dian yang menuntun kami ke arah-Mu...
Ya Tuhan, Engkaulah kehendak dari semua kehendak.....
hendaknyalah Engkau menuang setetes air surgawi.... bagi kami yang sarat akan pengetahuan-Mu...
Ya Tuhan..... Engkau adalah pemaaf dari segala kesalahan....
Maafkanlah kiranya kami... yang tak pernah jauh dari garis kekeliruan-Mu...
Engkau yang mencipta.. Engkau pulalah yang kami harapkan untuk meleburnya....
hingga kami bisa bersama-Mu....
Suka tanpa wali dukita
Amoring Acintya......
Namaste,

Thursday, February 21, 2008

Mantan Jro Bendesa PemingeBerpulang

Adalah sudah ditakdirkan adanya perputaran..TRI KONA..
Utpeti, Stiti Pralina adalah merupakan perputaran yang abadi sebagai suatu siklus yang tak terhindarkan. Tak dapat dijauhi dan tak pula dapat dipercepat.
Oleh karenanya Beliau yang telah mengabdi kepada Desa Adat yang mapepasih I Wayan Rentok tak terhindar dari siklus tersebut. Beliau telah berpulang dengan tenang tanpa menyisakan beban apaun pada hari Wrahaspati nemonin Purnama Raya sasih Kesanga tanggal 21 Februari 2008.
Semoga berpulangnya beliau kepada-Nya dapat bersatu dengan-Nya (Amoring Acintya) seiring tabungan kebajikan yang beliau miliki. Dan akhirnya mereka yang ditinggalkan semoga diberikan ketenangan dan ketabahan hati.
namaste,

Monday, December 24, 2007

NGAYAH RING PURA BIAS TUGEL

Kadang kala kita harus percaya ucapan taksu yang keluar dari bibir Jero Dasaran....
bahwasanya yang meninggal masih punya ikatan kewajiban, seperti halnya Kematian I Wayan Ramat, yang hanyut di laut sehabis mancing tepat di depan Batu Jineng-jinengan yang berada di kawasan Geger pada hari jumat 7 Desember 2007, kira-kira jam 23.00 wita, bahwa beliau masih berkewajiban ngayah di Pura Bias Tugel, ngiring Ida Bhetara Ratu Gede saking Dalem Peed.
Jenasahnya baru ditemukan mengambang di pesuan Sekaa Nelayan Bengiat pada hari Minggu 9 Desember 2007 dalam keadaan muka yang rusak. Pelaksanaan pengabenan belum dilakukan, tetapi hanya melakukan upacara mekingsan di tanah, pada hari Senen 10 Desember 2007.
Sesuai dengan perarem yang ada di Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan, bahwa apabila ada salah satu anggota/ warga pemaksan yang meninggal dan tanpa dilakukan upacara atiwa-tiwa/pengabenan wajib anggota pemaksan/warga mengambil sesengker cuntaka selama 12 hari dari sejak layon dikuburkan. Dalam hal ini pelaksanaan makekelud di Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan dilakukan dalan kurun waktu 7 hari. Ini berarti telah terjadi penyimpangan pelaksanaan perarem yang telah disetujui oleh paruman.
Semoga apa yang telah terjadi tidak terulang kembali.
Semoga parajuru Pura Ibu Pasek Gelgel lebih mentaati isi pererem lagi, sehingga apa yang telah disepakati bisa dihormati...
S e m o g a . . . . . . .

Friday, October 05, 2007

SASIH BAGI UMAT HINDU

''Sasih'' bagi Umat Hindu Umat Hindu di Bali memberlakukan empat macam sasih/bulan1. Sasih Wuku* Ada 30 wuku dari wuku Sinta s.d. wuku Watugunung.* Satu wuku berumur 7 hari (7 x 24 jam).* Sasih wuku terdiri atas 5 waktu atau 35 hari.* Satu peredaran wuku dari Sinta s.d. Watugunung = 6 bulan.* Setahun wuku = 12 bulan = 12 x 35 hari = 420 hari.2. Sasih Chandra* Mengikuti peredaran bulan mengelilingi bumi.* Satu bulan mengelilingi bumi umurnya 29 hari 12 jam 44 menit 9 detik.* Karena sulit menghitung penetapan bulan menurut ad 2 maka ditetapkan umur satu bulan 29 hari atau 30 hari, dengan menetapkan tiap sembilan wuku diadakan penampih dina pada hari Selasa sehingga umur satu bulan menjadi 29 hari. Hal ini menetapkan bulan purnama dan tilem.* Setahun adalah 12 bulan, sehingga setahun Sasih Chandra berumur 354/355 hari.3. Sasih Surya* Mengikuti peredaran bumi mengelilingi matahari.* Sekali mengelilingi matahari umurnya 24 jam.* Lamanya bumi mengelilingi matahari dalam setahun tepatnya 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik.* Setahun = 12 bulan.* Karena sulit menghitung setahun yang tepat maka dipermudah dengan menghitung setahun 365/366 hari, sehingga setiap bulan berumur 30/31 hari dan sasih Kawulu 28/29.* Sasih Surya sangat tepat dengan perhitungan Masehi yang umur Februari 28/29 hari, sedangkan Januari s.d. Desember umur satu bulan 30 dan 31 hari, sesuai dengan Sasih Surya.* Umat Hindu di Bali menggunakan Sasih Chandra dan Sasih Surya sehingga penyesuaiannya timbul penampihan sasih sehingga Kawulu selalu jatuh pada bulan Februari, Kesanga pada bulan Maret dan Kedasa bulan April baku setiap tahun.* Tahun 2007 pada bulan Mei terdapat dua kali purnama yaitu tanggal 1 Mei dan 31 Mei, jadi bulan Mei terjadi penampihan sasih; 1 Mei 2007 sasih Jesta dan 31 Mei nampih jadi sasih Jesta, 29 Juni sasih Sada, 29 Juli sasih Kasa, 27 Agustus sasih Karo, 26 September sasih Katiga, 25 Oktober sasih Kapat, 24 November sasih Kelima, 24 Desember sasih Kenem, 22 Januari 2008 sasih Kapitu, 21 Februari sasih Kawulu, jadi sesuai dengan penggabungan Sasih Chandra dan Sasih Surya.Umat Hindu di Bali menetapkan pujawali di pura/pamerajan/ sanggah, ada yang berpedoman menurut purnama tertentu, sehingga tahun ini terjadi kebingungan umat menentukan pujawali masing-masing.
Ida Pedanda Sunu Telaga
Geria Telabah, Denpasar

Thursday, September 20, 2007

ALIEN






Berikut tanggapan dari seorang pengamat UFO:

Aham bhumim adadam aryaya.aham vrsthim dasuse martyaya,aham apo anayam vavasanamama devaso anu ketam ayam. (Rgveda IV.26.2).
Artinya:
Aku anugerahkan bumi ini kepada orang yang mulia.
Aku turunkan hujan yang bermanfaat bagi semua makhluk.
Aku alirkan terus gemuruhnya air dan
hukum alam yang patut pada kehendak-Ku.






Berikut adalah tulisan yang pernah dimuat di majalah INFO-UFO edisi 1 tahun 2001.
Proyek Adam di Lab Eden Apa Yang Terjadi di Eden 6000 Tahun Lalu? Sering menjadi pertanyaan, apakah Adam merupakan manusia pertama di bumi ini? Benarkah dia dibuat di Eden? Apakah sebenarnya yang terjadi di sana? Apakah yang ada di kitab kejadian (Genesis), khususnya penciptaan dalam enam hari itu, di mana manusia diciptakan (atau dibikin) pada hari keenam, itu merujuk kepada penciptaan Adam dan Hawa? Bagaimana dengan petunjuk yang ada dalam kitab-kitab lain? Bagaimana pula jika dikaitkan dengan mitologi bangsa Sumeria kuno? Apakah Adam Manusia Pertama? Kebanyakan orang mempercayai bahwa Adam adalah nenek moyang dari semua manusia. Dengan demikian, sebelum Adam tidaklah ada manusia sama sekali. Tapi, banyak orag tentunya meragukan hal ini, apalagi menurut temuan arkeologi, sudah ada peradaban manusia yang jauh lebih tua dari perkiraan masa kehidupan Adam.
Yang jadi pertanyaan, benarkah kisah yang dikemukakan dalam berbagai manuskrip bahwa Adam itu dibuat dari tanah?
Ada pendapat yang mengkaitkan proses pembuatan Adam ini dengan makhluk luar angkasa. Hal ini dikaitkan dengan adanya fenomena makhluk dari dimensi lain yang dikisahkan bersamaan dengan proses pembuatan Adam. Dan ada anggapan bahwa yang dimaksud "dari tanah" itu bukan berarti bahan materi dari Adam adalah tanah, melainkan diciptakan dari sisa-sisa yang ada di dalam tanah.
Proses penciptaan Adam dari sisa-sisa makhluk hidup yang ada sebelumnya, mungkin bisa ditunjang dengan adanya pandangan bahwa dalam proses menciptakan langit dan bumi, sang pencipta berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu.
Ada kepercayaan bahwa penciptaan bumi dan langit ini terjadi berulang-ulang, sehingga ada proses penciptaan pertama dan penciptaan yang berikutnya. Hal itu dikatakan supaya manusia yang hidup saat ini bisa mengambil pelajaran dari pengalaman "manusia" terdahulu.
Dari studi yang ada, umumnya sampai pada kesimpulan bahwa Adam hidup sekitar 6000 tahun yang lalu. Kalau memang Adam dianggap hidup 6000 tahun yang lalu, maka mestinya ada catatan kuno tentang hal itu. Hanya saja, kalaupun ada catatan kuno, apakah catatan kuno itu bisa dipakai sebagai bukti atau cuma sekedar mitos dan legenda saja?
Adam, kalau memang pernah ada, harusnya hidup di daerah sekitar Mesopotamia, atau sekarang ini daerah Irak, Iran atau sekitarnya. Ada yang bilang, Adam sebenarnya muncul (turun) di India. kalau memang di India, harusnya ada keterangan tentang hal itu. Di India ada kisah tentang Manu dengan bencana air bah, di mana kata "Manu" ini sama dengan "Nuh" dan juga kemudian dipakai menjadi istilah "Manusia". Dari kitab Veda, tepatnya RgVeda IV.26.21-22 isinya: "Aku menganugerahkan bumi ini kepada Adadam Aryaya (orang yang mulia). Aku turunkan hujan yang bermanfaat bagi makhluk, Aku alirkan terus gemuruhnya air dan hukum alam tunduk kepada perintah-Ku. Apakah di sini merujuk kepada "ADAM" ? Namun ada yang menafsirkan "Adadam Aryaya" sebagai "bangsa manusia ras Aryan" "aham bhUmim adadAm AryAyAhaM" diterjemahkan sebagai "I have bestowed the earth upon the Arya" Apakah Adam itu adalah pemimpin pertama bangsa Aryan? Aryan ini adalah bangsa Indo-Eropa atau persia yang sekarang ini bernama Iran. Apakah ini ada hubungannya dengan mitos serangan bangsa Aryan ke India? Dan apa yang tertulis dalam kitab Kejadian 5:1 mungkin bisa menjadi bahan pemikiran. Apakah orang-orang yang ada dalam daftar silsilah Adam itu memang benar pernah hidup dulu.... atau cuma dongeng? Apakah Eden Lab Genetika? Kalau kita membahas soal asal usul cerita Adam ini secara serius, rasanya kurang lengkap kalau kita cuma berhenti pada sumber literatur dari kitab suci yang ada saat ini saja. Kita mesti menelusuri, dari mana asal usul cerita ini semula.
Kisah penciptaan Adam ini terjadi di "Taman Eden". Hal ini dikuatkan dengan cerita atau mitologi bangsa Sumeria kuno. Di sana ada banyak tokoh, seperti Enki, Enlil, Nin-Ti, Enkidu, dan lain-lain. Tahukah Anda, bahwa ada yang menarik dari istilah kata Eden (Edin) itu sendiri. Dalam bahasa Sumeria kuno, kata "E" berarti "Rumah" dan "Din" berarti "Pembuatan". Jadi Edin atau Eden itu adalah sebuah rumah tempat mencipta, yang mana kalau di jaman sekarang ini disebut sebagai LABORATORIUM.
Jadi, Eden merupakan suatu tempat di mana "mereka" yang disebut dengan elohim (yang artinya "mereka yang datang dari langit") itu melakukan berbagai percobaan atau proses pembuatan. Kalau di jaman sekarang, istilah yang tepat adalah kloning. Sebagaimana bisa kita baca dalam kitab-kitab suci maupun mitologi-mitologi yang ada, maka kita bisa mengetahui bahwa "mereka" mencari jejak-jejak kehidupan yang terkubur di dalam tanah dan menemukan jasad-jasad yang kemudian mereka ambil intisarinya (DNA) lalu dibentuk menjadi manusia. Demikian juga binatang-binatang yang lain. Itu sebabnya, pada kitab Kejadian 2:19 disebutkan bahwa Tuhan (Yehovah Elohim) membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Makhluk-makhluk ini, dibuat dari tanah, yang tentunya bisa ditafsirkan dua macam, pertama: binatang-binatang itu diciptakan dari tanah, dibentuk dan kemudian menjadi hidup, atau kedua: dari tanah diketemukan sisa-sisa (jasad) binatang yang ada dan kemudian melakukan kloning sehingga dengan segera terbentuklah berbagai binatang.
Seperti kalau sekarang ini manusia mengkloning domba yang diberi nama Dolly itu. Tentunya akan menjadi pertanyaan yang abadi, mengapa sang pencipta harus menciptakan manusia dan binatang itu dari tanah? Mengapa tidak begitu saja "dari tidak ada" menjadi "ada"? Jika memang dalam membuat Adam digunakan proses kloning, apakah sama dengan proses yang ada saat ini?
Hal ini kita bisa bandingkan dengan proses pembuatan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian saripati itu diolah menjadi air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh atau rahim. Kemudian air mani itu dijadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu dijadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu dibungkus dengan daging. Kemudian akhirnya terbentuklah sebagai makhluk yang berbentuk lain.
Hal itu bila dibandingkan dengan prosedur kloning yang ada sekarang ini, maka prosesnya adalah mirip. Dan yang menjadi pertanyaan: Jika manusia pertama itu dibikin dari suatu saripati (yang berasal) dari tanah, lalu diolah menjadi cairan (lendir) atau semacam gel, dan kemudian ditempatkan dalam tempat yang kokoh (diartikan sebagai rahim), maka rahim siapakah yang dipakai? Apakah ribuan tahun yang lalu, ada sekelompok ilmuwan yang bekerja di laboratorium Eden, mengerjakan semacam Proyek Adam, mencari sisa-sisa jasad renik untuk diperoleh susunan DNA dari tanah dan kemudian menciptakan manusia. Manusia ini, menurut cerita mitos yang ada, dibuat untuk bekerja kepada mereka sebagai budak dalam rangka menambang emas.
Lalu, apakah macam-macam mahluk mitos juga berasal dari lab Eden? Bisa jadi memang begitu. Meski kepastian bahwa makhluk-makhluk itu dicipta-kan di Eden memang tidak jelas. Namun kalau dalam kitab kejadian ada ditulis: "Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan (beast of the field) dan segala burung di udara (bird of the heavens)." Dan hal itu dibuat di Eden.
Menurut mitologi bangsa Sumeria, anunnaki (atau mereka yang bertanggung jawab dalam proyek Adam ini), berasal dari planet Nibiru, yang masih satu tata surya dengan kita. Sampai saat ini, planet tersebut tidak diketahui lokasinya, namun berdasarkan perhitungan, diduga kuat memang ada.
Lalu, bagaimana dengan sisa-sisa fosil dinosaurus yang hidup ratusan juta tahun yang lalu? Apakah "mereka" itu tidak tertarik untuk menghidupkan mereka juga? Padahal, saat inipun, manusia yang telah menguasai teknologi kloning pasti akan tertarik untuk "menghidupkan kembali" dinosaurus dari sisa-sisa DNA yang tersisa. Apakah menurut mereka dinosaurus yang besar-besar itu tidak baik untuk keadaan bumi di saat itu?
Mitologi Sumeria kuno mencerita-kan adanya makhluk-makhluk aneh. Misalnya, makhluk bersayap,berbadan lembu dan berkepala manusia. Makhluk ini adalah makhluk mitos, ada yang menyebut sphinx atau kerub. Ada juga burung berkepala manusia atau sebaliknya, manusia berkepala gajah atau burung. Apakah di Taman Eden, dilakukan berbagai rekayasa genetika, termasuk memproduksi makhluk yang aneh-aneh? (nas)
------------ --------- --------- --------- --------- ---------




Telah ditemukan lokasi Taman Eden

Taman Eden diserap dari kata bahasa Ibrani Gan Eden. Dalam bahasa Indonesia disebut Firdaus yang diserap dari kata Persia "Pairidaeza" yang arti sebenarnya dalah Taman. Dalam Islam Taman Eden disebut juga Surga `Adnin atau Jannatul `Adnin. Banyak orang ingin hidup di taman Firdaus (taman Eden), tetapi karena mereka tidak tahu letaknya dimana, jadi mereka menganggap taman Eden itu ada di surga. Kita sekarang sudah mempunyai peralatan yang serba canggih, mulai alat pemetaan dengan komputer s/d satelit, jangankan lokasi peta di dunia, peta di bulan pun telah kita ketahui dan miliki. Oleh sebab itu kalau kita sekarang tidak bisa menemukan letaknya taman Eden di dunia ini berarti hanya ada dua kemungkinan, taman Eden itu hanya sekedar dongeng orang jaman baheula saja atau taman Eden itu letaknya benar-benar di surga, tetapi apabila letaknya di Surga, kenapa Adam & Hawa bisa keluar dari Taman Firdaus secara begitu saja tanpa menggunakan kendaraan turun dari surga ke bumi ? Banyak orang telah berusaha untuk mengungkapkan rahasia dimana letaknya taman Eden, mulai dari Calvin sampai para ahli sejarah maupun ahli geologi jaman sekarang. Ada yang menduga letaknya di Mesir, di Mongolia, di Turki, di India, di Irak dsb-nya, tetapi tidak ada yang bisa memastikannya 100%. Bahkan menurut Wikipedia bahasa Inggris, Taman Firdaus itu bisa juga letaknya di daerah Indonesia sekarang yang mereka sebut sebagai Sundaland. Kalau kita mencari letak lokasi taman Eden maka seharusnya kita mulai dari Alkitab, sebagai titik awalnya sebab dari situ pertama kalinya kita mengetahui keberadaannya taman Eden. Menurut Alkitab letak taman Eden itu dibagian timur, ini dilihat berdasarkan titik pandang si pencerita, karena penulisnya orang Yahudi, maka yang dimaksud otomatis bagian timur dari Israel. Menurut Alkitab "Ada suatu sungai yang mengalir Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang." (Kej. 2:10) Nama ke empat sungai itu ialah Hiddekel, Perath, Pison dan GihonDua sungai pertama telah bisa di identitaskan: Hiddekel = Tigris dan Perath = Efrata, maka dari itulah banyak orang beranggapan bahwa taman Eden berada di daerah Mesopotamia selatan (daerah sekitar Irak sekarang) dimana sungai Tigris dan Efrata mengalir di jaman sekarang ini. Yang tidak atau belum bisa di identitaskan adalah kedua sungai terakhir Pison dan Gihon. Banyak yang menduga bahwa Gihon berada di Etiopia, karena tercantum dalam Alkitab bahwa sungai Gihon mengelilingi tanah Kusy (Kej. 2:13). Kusy dalam Alkitab biasanya diartikan sebagai Etiopia. Sedangkan sungai Pison berada di bagian tanah Arab, seperti yang tercantum di Kej 2:11 sungai Pison mengelilingi tanah Hawila = tanah dibagian Arab.


Menurut Alkitab ribuan th setelah Adam diusir dari taman Eden terjadi air bah yang menghancurkan dunia ini. Air bah tersebut telah memporak porandakan dan mengubur sebagian besar hutan-hutan maupun taman-taman sebelumnya. Lapisan dari endapan tanah yang bermil-mil tebalnya, menjadi saksi bisu dari terjadinya kerusakan tersebut. Bahkan sebagian besar dari permukaan bumi ini telah tenggelam dan berada dibawah permukaan laut. Dr. Juris Zarins dari Southwest Missouri State University di Springfield, telah mengadakan penilitian lebih dari 10 th untuk mengungkapkan rahasia dimana letaknya taman Eden. Ia tidak hanya sekedar membaca dan menghafal seluruh ayat-ayat di Alkitab yang ada kaitannya dengan Taman Eden, bahkan ia menyelidiki foto-foto dari satelit, dan berdasarkan hasil penelitiannya ternyata taman Eden itu telah tenggelam dan sekarang berada dibawah permukaan laut di teluk Persia. Bagi mereka yang tertarik dan ingin membaca hasil reset nya yang dilakukan secara ilmiah, silahkan baca kutipan dari Smithsonian Magazine lengkap dengan foto-foto dari satelit (LANDSAT), di http://www.ldolphin.org/eden/


"Om Samaniwah akusih samaniwah dayaniwah, samanamas to va mano Jatihva susaha sati."

OM Hyang widhi, satukanlah kami dalam pemikiran, dalam pendapat, dalam
perkataan, serta pelaksanaan yang berdasarkan mufakat, seperti halnya para Deva
yang bersatu padu dalam membangun sorga kehidupan.