411. “Dengan diamnya antah-karana lewat samãdhi[1], nikmatilah keagungan tanpa batas dari Sang Diri-jati. Dengan penuh semangat hancurkanlah belenggu bau harum-busuk dari kelahiran dan kematian; jadilah ia yang telah mencapai tujuan-akhir dari kelahiran berjasad manusia ini!

412. “Bebas dari semua identifikasi- diri keliru itu, sadarilah Diri-jati sebagai perwujudan dari Eksistensi Sejati – Kesadaran Murni – Kebahagiaan Abadi yang tiada tara, yang tak tunduk pada lingkaran-setan kelahiran dan kematian!”

Sunday, February 03, 2013

Ni Rudi (Men Kubuk) Berpulang dengan senyum manisnya..

NI Rudi adalah istri dari I Kebek yang merupakan keturunan I Rugeng meninggal pada hari Jumat, tanggal 1 Februari 2013 setelah dirawat di Rumah Sakit selama dua hari....
Beliau akhirnya pergi untuk selamanya dengan meninggalkan semua kebaikan dan kasih sayang yang sangat dalam..... beliau adalah icon kesederhanaan dan kebijaksanaan buat kami... beliau pergi tanpa beban...
Berkenaan dengan Upacara Atiwa tiwa dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 7 Februari 2013...

Semoga semua amal baiknya menjadi tabungan kebajikan untuk menuju-Nya dan Amoring Acintya...


Tuesday, January 22, 2013

I Wayan Tinggal menutup usia


Om Swastyastu,

Tattwatma naryatma
Swadah Ang Ah
Om swargantu, moksantu, sùnyantu, murcantu
Om ksàma sampurnàya namah swàha


Pada hari Selasa Umanis, Pasah tanggal 22 Januari 2013, I Wayan Tinggal mengakhiri swadharmanya di maya pada, setelah berjuang melawan serangan kencing manis.
Upacara atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Minggu Umanis tanggal 27 Januari 2013.
Semoga apa yang telah ia lakukan selama hidupnya menjadi tabungan kebajikan untuk menuju-Nya...
==== AMORING ACINTYA ====

Namaste,

Om Santih, Santih, Santih Om


Monday, December 17, 2012

Ni Wayan Tamen menutup usia.

Ni Wayan Tamen istri dari I Wayan Tepi meninggal pada hari Jum'at tanggal 7 Desember 2012 dan upacara atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Senen tanggal 10 Desember 2012.

Saturday, October 20, 2012

I Lotreng mengakhiri swadharmanya di mercapada


I Lotreng mininggal pada hari Sabtu Pon Wuku Pahang tanggal 6 Oktober 2012 dan Upacara Atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Rabu Paing Wuku Krulut tanggal 10 Oktober 2012.

I Rampek Berpulang


I Rampek meninggal pada hari Rabu Kliwon Wuku Pahang tanggal 3 Oktober 2012 dan Upacara Atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Jumat Paing Wuku Pahang tanggal 5 Oktober 2012.

Monday, August 13, 2012

MEN BUNCIS MENGAKHIRI TUGAS DI MAYAPADA

Om Swastyastu,

Pada hari Kamis tanggal 09 Agustus 2012, telah menutup usianya dengan tenang. Upacara atiwa-tiwa dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 Agustus 2012. Upacara atiwa-tiwa akan dilaksanakan seperti layaknya upacara atiwa-tiwa bagi semeton Pura Ibu Pasek Gelgel Sawangan sebelumnya, tetepi upacara kali ini akan dilaksanakan sekitar pukul 15.00 wita berangkat ke Kuburan. Demikianlah acara atiwa-tiwa untuk Men Buncis, semoga semua kebaikannya menjadi penerangan bagi perjalanan beliau ke alam nirwana.

Om Santih, Santih, Santih

Wednesday, June 13, 2012

I Komang Sutawa (PODOL) pulang lebih awal..

Anak I Made Madig dengan Ni Ketut Rimun yang ketiga yang diberi nama I Komang Sutawa telah berpulang lebih awal dari yang direncanakan.
Mutlak kelahiran, kehidupan dan kematian adalah milik-Nya, walaupan harapan hamba-Nya bisa direncanakan dan diatur sesuai kehendak kita, namun Hyang Widhi adalah segalanya yang mengatur setiap langkah dan laku kita. Seperti halnya I Komang Sutawa adalah seorang muda yang baru akan naik ke tingkat SMA/SMK, tetapi telah ditetapkan untuk kembali menghadap-Nya. Kepulangannya begitu tragis karena terjatuh dari motor yang dikendarainya di depan Pura Desa Adat Kampial pada hari Jumat, tanggal 8 Juni 2012 dini hari, kira-kira pukul 02.00 wita. Upacara atiwa-tiwa dilakukan pada hari Rabu, tanggal 13 Juni 2012.
Begitu banyak harapan yang ia tinggalkan, begitu banyak tumpuan yang tidak dapat ia lanjutkan untuk orang tua, saudara dan teman-temannya, tetapi belum bisa ia laksanakan karen ia telah dipanggil lebih awal. 
Begitu banyaknya cerita yang telah tergores dalam setiap laku dan langkah yang telah ia jalankan, semoga menjadikan bekal buatnya untuk kembali kepada pangkuan-Nya dan Amoring Acintya.....
Manunggaling kawula gusti.

Selamat jalan Komang Sutawa,
Lahirlah kembali menjadi sosok yang berjiwa besar dan penuh kemuliaan

Namaste,


"Om Samaniwah akusih samaniwah dayaniwah, samanamas to va mano Jatihva susaha sati."

OM Hyang widhi, satukanlah kami dalam pemikiran, dalam pendapat, dalam
perkataan, serta pelaksanaan yang berdasarkan mufakat, seperti halnya para Deva
yang bersatu padu dalam membangun sorga kehidupan.