411. “Dengan diamnya antah-karana lewat samãdhi[1], nikmatilah keagungan tanpa batas dari Sang Diri-jati. Dengan penuh semangat hancurkanlah belenggu bau harum-busuk dari kelahiran dan kematian; jadilah ia yang telah mencapai tujuan-akhir dari kelahiran berjasad manusia ini!

412. “Bebas dari semua identifikasi- diri keliru itu, sadarilah Diri-jati sebagai perwujudan dari Eksistensi Sejati – Kesadaran Murni – Kebahagiaan Abadi yang tiada tara, yang tak tunduk pada lingkaran-setan kelahiran dan kematian!”

Thursday, November 25, 2010

KAKEK BERPULANG DENGAN SENYUM LEBAR



Kakekku I Made Cekeg, dengan senyum lebar menyambut kepergian untuk selamanya pada hari Rabu, tanggal 24 November 2010 kira-kira pukul 15.00 wita.
Oleh karena kendala Pedewasan dan terbentur dengan Upacara Pengatep di Pura Pengastulan Sawangan, maka dewasa ngaben pada tanggal 29 dan 30 November 2010 tidak bisa dilaksanakan, sehingga dilakukan upacara penguburan tanpa diikuti dengan Upacara Ngaben pada hari Kamis, tanggal 25 November 2010.

Untuk upacara Ngerorasin dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2010 bertepatan dengan hari Raya Galungan, yang didahului dengan ngaturang Banten Saji ke Setra dan dipuput oleh Jero Mangku Mrajapati I Made Rabih pada tanggal 7 Desember 2010.
Semoga semua kebaikan yang telah beliau berikan kepada kami yang ditingalkan menjadikan jembatan untuk menuju dan bersatu dengan-Nya.

No comments:


"Om Samaniwah akusih samaniwah dayaniwah, samanamas to va mano Jatihva susaha sati."

OM Hyang widhi, satukanlah kami dalam pemikiran, dalam pendapat, dalam
perkataan, serta pelaksanaan yang berdasarkan mufakat, seperti halnya para Deva
yang bersatu padu dalam membangun sorga kehidupan.