411. “Dengan diamnya antah-karana lewat samãdhi[1], nikmatilah keagungan tanpa batas dari Sang Diri-jati. Dengan penuh semangat hancurkanlah belenggu bau harum-busuk dari kelahiran dan kematian; jadilah ia yang telah mencapai tujuan-akhir dari kelahiran berjasad manusia ini!

412. “Bebas dari semua identifikasi- diri keliru itu, sadarilah Diri-jati sebagai perwujudan dari Eksistensi Sejati – Kesadaran Murni – Kebahagiaan Abadi yang tiada tara, yang tak tunduk pada lingkaran-setan kelahiran dan kematian!”

Wednesday, December 09, 2009

MEN JULI MENUTUP MATA SELAMANYA

Pada hari Senin Wage menjelang Anggarkasih tgl 7 Desember 2009 Ni Wayan Mungkeg ( Men Juli) menutup mata untuk selamanya.
Entah bagaimana kita harus menerima perputaran kehidupan, tetapi mau tidak mau kita harus menerimanya, walaupun itu sebagai beban ataukah sebagai anugrah...
Kehidupan memang seperti pagi menuju senja...
harus kita lakoni dan kita sadari, sebagai umat-Nya...
Sekian banyak pengabdian yang telah ia lakukan, semoga mendapat pahala yang layak di alam sana.
Namaste,

No comments:


"Om Samaniwah akusih samaniwah dayaniwah, samanamas to va mano Jatihva susaha sati."

OM Hyang widhi, satukanlah kami dalam pemikiran, dalam pendapat, dalam
perkataan, serta pelaksanaan yang berdasarkan mufakat, seperti halnya para Deva
yang bersatu padu dalam membangun sorga kehidupan.